Syekh Muhammad Al-Jazuli memperbaharui Thoriqot di Maghribi setelah pengaruh-pengaruh dari pengajarannya. Syekh Muhammad Al-Jazuli benar-benar seorang yang mencurahkan waktunya untuk menolong dan memberikan manfa’at kepada ummat Beliau juga mengutus para sahabatnya keberbagai negeri untuk menda’wahkan hukum Allah dan mendorong mereka ke jalan Allah.
Banyak sekali orang mengikuti dan mengamalkan Thoriqotnya.
Mereka juga banyak yang datang langsung kepada Syekh Muhammad A1-Jazuli untuk
bertaqurrub dan mencari ridho Allah. Pengikutnya itu mencapai 12665 orang
dimana kesemuanya itu bisa mendapatkan fadhilah menurut kadar martabat dan
kedekatan mereka dengan Syekh Muhammad Al-Jazuli.
Adapun murid-murid beliau banyak sekali, diantaranya
adalah Syekh Abu Abdillah Muhammad
Al-Shoghir Al-Sahli dimana beliau adalah yang tertua dan sahabatnya yang lain,
yang menemaninya dalam meriwayatkan Dalail. Syekh Abu Muhammad Abdul Karim
Al-Mandari kemudian Syekh Abdul ‘Aziz Ab-Tiba’ dan beliaulah Sayid dan Gum
Sanadku (Mu’aUif dintana Guru saya Sayid Ahmad Musa Al-Samlali berguru
kepadanya dan kemudian Sayid Ahmad bin Abbas A1-Shom’i berguru kepadanya dan
kemudian Sayid Mufri Abdul Qodir Al-Fasi belajar kepadanya dan kemudian Sayid
Ahmad bin Al-Haj belajar kepadanya kemudian Sayid Muhammad bin Ahmad bin Ahmad
bin Al-Matsani belajar kepadanya dan kemudian Sayid Muhammad bin Abmad
Al-Mudghiri belajar kepadanya dan kemudian Sayid All bin Yusuf Al-Hariri
Al-Madanibelajar kepadanya dan kemudian Sayid Muhammad Amin Al-Madani belajar
kepadanya dan kemudian Al-Quthbu Al-Rais Sayid Muhammad Idris belajar kepadanya
dan kemudian Al Quthbu Al-Rasyid Sayid Abdul Mu’id radliyallahu ‘anhurn dan
santrinya yang dijuluki dengan Muhammad Ma’ruf yang belajar kepadanya.
3.1. MURID SYEKH MUHAMMAD AL JAZULI
Syekh Abu Abdillah Muhammad Al-Shoghir Al-Sahli,
Syekh Abu Muhammad Abdul Karim Al-Mandari,
Syekh Abdul ‘Aziz Ab-Tiba’.
4.KAROMAH SYEKH MUHAMMAD AL JAZULI
Sebagian dan keramatnya adalah setelah 77 tahun dari wafat
beliau, makam beliau dipindahkan Maralisy, dan ternyata ketika jenazah beliau
dikeluarkan dari kubur, keadaan jenazah itu masih utuh seperti ketika beliau
dimakamkan. Rambut dan jenggot beliau masih nampak bersih dan jelas seperti
pada hari beliau dimakamkan. Makam beliau di Markasy sering diziarahi oleh
banyak orang.
Sebagian besar dan peziarah itu membaca Dalil al Khairat
disana, sehingga dijumpai di makam itu bau minyak misik yang amat harum karena
begitu banyak di bacakan sholawat salam kepada Nabi Muhamad SAW, para sahabat
dan keluarga beliau. kisah wangi semerbak itu adalah sebagian dari sejarah yang
lain tentang beliau bahwa para orang sholeh dari berbagai penjuru dari masa ke
masa senantiasa membaca dan mengamalkan kitab beliau yaitu dalail al khoirot.
Akhirnya beliau mendapat perdikat sebagai seutama-utamanya
orang yang bersama Rasul SAW kelak karena banyaknya pengikut beliau untuk
membaca Sholawat, sebagai mana Rasulullah SAW bersabda, “Seutama utama manusia
bersamaku pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak membaca Sholawat
untukku”
5.UNTAIAN KATA ULAMA KEPADA BELIAU
Syekh al-Khafidh Abu Na’im berkata, “ Sejarah besar tentang
Syeh Muhamad Al-Jazuli ini benar-benar sesuai dengan hadis dan fatwa para
sahabat tentang membaca sholawat kepada Nabi saya telah menuqilnya meskipun
banyak para ulama’ yang mengetahuinya secara pasti, sebagai mana disabdakan
Nabi, “Sedekat-dekatnya orang yang lebih berhak mendapat syafa’atku pada hari
kiamat besok adalah orang yang paling banyak membaca sholawat pada waktu ia
masih di dunia”
6.SEJARAH MENJELANG MENGARANG KITAB DALAILUL KHOIROT
Adapun sebab musabah beliau mengarang kitab Dalailul Khoirot
adalah karena pada suatu saat beliau singgah di suatu desa bertepatan dengan
waktu (habisnya) sholat dhuhur, tetapi beliau tidak menjumpai seorangpun yang
dapat beliau tanyai untuk mendapatkan air wudhu.
Akhirnya beliau menemukan sebuah sumur yang tidak ada
timbanya, maka beliau berputar-putar di sekitar sumur itu dalam keadaan bingung
karena tidak ada alat untuk menimba air. Tetapi kemudian beliau dilihat oleh
seorang anak perempuan kecil yang berusiya sekitar tujuh tahun. Anak itu bertanya
kepada Sayid Muhammad al-Jazuli,
“Ya Syekh, mengapa anda nampak bingung berputar-putar
disekitar sumur Syekh menjawab,”Saya Muhammad bin sulaiman”.
Anak itu bertanya lagi, “Apa yang hendak tuan kebijakan ?“.
Syekh menjawab, “Waktu shalat dhuhurku sudah sempit, tetapi
saya belum mendapatkan air untuk berwudhu”.
Anak kecil itu bertanya, apakah dengan namamu yang sudah
terkenal ia tidak bisa (hanya sekedar) mendapatkan air wudhu dari dalam sumur?
Tunggulah sebentar!“
Kemudian anak kecil itu mendekat ke bibir sumur dan
meniupnya sekali, tiba-tiba airnya mengalir dan memancarkan di sekitan sumur
seperti sungai besar.
Kemudian anak kecil itu pulang kerumahnya, dan Syekh
Muhammad Al-Jazuli pun segera berwudhu dan melaksanakan sholat dhuhur.
Setelah Al -Jazuli selesai melaksanakan shalatnya Syekh
Muhammad bergegas mendatangi anak perempuan kecil itu, sesampainya di sana
beliau mengetuk pintu. Anak kecil itu berkata, “Siapa itu ?“, maka syekh
menjawab, “Wahai anak perempuanku, saya bertanya kepadamu, demi Allah dan
kemahaagungan-Nya yang menciptakan kamu dan menunjuikan kepadamu terhadap Nabi
Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasulmu yang diharap-harapkan syafaatnya, saya
harap engkau mau menemuiku, saya hendak menanyakan tentang satu hal”.
Ketika anak itu menemui beliau, Syekh Muhammad Al-Jazuli bersumpah,
“Aku bersumpah kepadamu demi kemahaagungan Allah, demi kemahakuasaan-Nya, demi
kemahamemberi-Nya, demi kemahasempurnaan-Nya dan demi Nabi Muhammad yang
sholawat salam atas beliau, para shahabat, isteri dan putra-putra beliau, demi
risalah beliau dan demi syafaat beliau, aku mohon kamu mau menceritakan
kepadaku dengan apakah kamu bisa mendapatkan martabat yang tinggi sehingga
dapat mengeluarkan air dan sumur tanpa menimba?“.
Kemudian Syekh Muhammad Al-Jazuli melaksanakan kholwat untuk
beribadah selama 14 tahun dan kemudian keluar dan kholwatnya untuk mengabdikan
diri dan menyempurnakan pentashihan (pembetulan) kitab “Dalait al Khoirot” pada
hari jum’at, 6 Rabi’ul Awwal 82 H. delapan tahun sebelum hari wafatnya.
7.KARYA BELIAU
Adapun karya beliau Syekh Muhammad bin Sulaiman Al-Jazuli
yang paling terkenal adalah Dalailul Khoirot.
8.REFERENSI
📖Kitab Mathali’
al-Masarrat bi Jilai Dalail al-Khairat karya Syaikh Muhammad al-Hadi bin Ahmad
bin ‘Ali bin Yusuf Al-Fasi dan dari berbagai sumber yang mendukung.
Sumber materi asal :
https://www.laduni.id/post/read/74979/biografi-syekh-muhammad-bin-sulaiman-al-jazuli
Tidak ada komentar:
Posting Komentar